Potensi kita besar sekali ! Tidak pernah ada suatu instrumen apa-pun yang dapat mengukur batas potensi kita. Kita terlahir dengan potensi yang lengkap untuk seluruh keberhasilan kita. Mari berbagi di web ini. Anda juga bebas melihat-lihat apa yang saya pikirkan dan sedang ada ide apa yang hinggap di pikiran saya.
Yang positif ya.. karena itu lah kita dapat berkembang.
Salam,
Hartono Sangkanparan
NB : Terima kasih untuk Retweet atau hit “Like” untuk facebook anda.
Posted via email from Hartono’s posterous
Technorati Tags: Hartono Sangkanparan
Suatu hari lidah ribut sama gigi.
Gigi bilang, “Aku kuat, awas kamu ya kalo macem-macem! Kugigit kau!”.
Lidah bilang, “Yeeee ga takut. Kalo aku sakit (sariawan) kan ga bisa makan”.
Gigi memang kuat dan keras. Lidah lembut dan lunak. 80 tahun kemudian semua gigi rontok, lidah masih bertahan dengan baik. Bahkan masih bisa terus ngomong.
Pohon kelapa tinggi, dan kuat. Banyak yang kagum dengan kelapa. Rumput minder di bawah karena diinjak-injak. Badai besar datang. Kelapa kuat rubuh. Rumput terus bertahan dan menghibur kelapa yang rubuh.
Moral : Seringkali kekuatan kita adalah kelemahan kita.
 |
| Gold & Stone Tablet |
Sekitar 1500 tahun sebelum masehi hiduplah seorang yang sangat kaya. Anshar merupakan orang terkaya di Persia. Dagan anaknya ingin sekali mempelajari bagaimana ayahnya mendapatkan kekayaan itu. Pada suatu hari Anshar memberikan satu kantung besar berisi emas dan satu tas berisi log batu kebijaksanaan.
10 Tahun kemudian Dagan pulang ke rumah ayahnya dan mengisahkan ceritanya kepada seluruh anggota keluarga dan pegawai yang bekerja di bawah Anshar, sang saudagar kaya.
“Dalam 2 Tahun pertama aku hanya berkonsentrasi pada tas berisi emas. Aku merasakan segala kenikmatan dunia. Tetapi aku bukanlah orang yang ingin menghamburkan emas. Aku juga berdagang dan berusaha membuat emas ayahku semakin banyak”. Semua hadirin bertepuk tangan mendengar penuturan Dagan.
“Aku mengabaikan tas kedua. Aku pikir aku adalah orang yang bijaksana dan pandai mengelola uang. Aku banyak membeli barang-barang yang aku ingini, dan banyak membeli rumah. Tetapi aku melihat bahwa jumlah emasku semakin hari semakin sedikit. Aku tidak menyadari mengapa hal ini dapat terjadi. Aku berusaha semakin keras. Tetapi pada akhir musim gugur aku kehabisan seluruh emas ku. Teman-temanku ternyata orang yang tidak bertanggung jawab, dan aku membeli rumah yang rawan terhadap serangan musuh. Banyak rumah yang dibeli ternyata ada di daerah berbahaya. Hampir semua rumah itu dibakar habis oleh musuh. Rumah yang tersisa diambil oleh para pemilik emas yang aku pinjam emasnya. Aku serakah dan kurang pengetahuan. Aku sadar setelah emasku habis, dan dalam keadaan kelaparan di musim dingin.”
“Aku mulai membuka tas kedua. Aku mulai belajar”, sekarang semua pendengar diam, mereka ingin mendengar rahasia besar yang di simpan oleh Anshar. Anshar hanya memberikan rahasia itu kepada Dagan, anak tunggalnya. “Pada tas kedua itu terdapat 5 hukum emas. Aku mempelajari dan menerapkan dengan sungguh-sungguh ke lima hukum itu.”, lanjut Dagan
“Pada batu yang diberikan oleh Anshar, ayahku tertulis 5 hukum emas :
- Banyak emas akan berdatangan dalam jumlah yang besar kepada orang yang menaruh tidak kurang dari sepersepuluh pendapatannya untuk menciptakan jaminan untuk masa depannya dan masa depan keluarganya.
- Emas akan bekerja dengan keras dan tekun untuk pemilik bijaksana yang dapat menemukan tempat yang ideal untuk nya bekerja. Emas tersebut akan berkembang biak seperti ternak di padang.
- Emas menempel pada pemilik yang teliti melindunginya dengan mendapatkan nasihat dari orang-orang yang bijaksana dalam pengelolaan emas.
- Emas lari dari orang yang berinvestasi pada bisnis atau investasi yang tidak dikuasainya yang tidak dikenal oleh para ahli yang berpengalaman
- Emas menjauh dari orang yang memaksakan pendapatan besar yang tidak mungkin. Mereka ini mengikuti nasihat dari orang-orang yang hanya ingin mengambil keuntungan dengan cepat dan mereka adalah para penipu dan pembohong yang tidak mempunyai pengalaman. Mereka mengikuti keinginan romantis untuk mendapatkan uang dengan cara cepat dan mudah.
Kelima hukum emas ini ditulis oleh Anshar ayahku. Saya menghargai kebijaksanaan ini lebih dari emas yang aku dapatkan 10 tahun yang lalu. Sekarang inilah aku, datang dengan segala kekayaan yang aku dapatkan dalam 8 tahun berikutnya. Aku datang dengan membawa kekayaan senilai lipat 10 dari jumlah emas yang ayahku berikan 10 tahun yang lalu.”
“Itu berarti yang emas yang dibawa adalah sekitar 1024 kali lebih banyak dari emas semula!”, ujar Izdubar seorang ahli perhitungan. “Betul!”, ujar Dagan. “Anggaplah setiap tahun kepergian aku melipatkan emas sebesar 2 x dari tahun sebelumnya. Aku ingin mengajarkan ke 5 hukum emas ini kepada setiap orang yang ingin mendengarnya”.
“Sebuah tas berat berisi Emas atau buku-buku dengan kata-kata kebijaksanaan; Jika Anda bisa memilih, yang mana yang akan dipilih?”
Itu pertanyaan yang menggelitik. Apa jawaban anda? Saya juga ingin tahu. Tolong comment dong.
Jujur saja saya berpikir cepat untuk memilih Emas! Emas bisa diinvestasikan ulang. Emas bisa diubah menjadi bentuk kekayaan lain. Dengan perkataan lain Emas adalah uang. Kemungkinan besar saya akan menjadi kaya seumur hidup.
Ternyata pertanyaan itu ditanyakan kepada 1000 orang sekaligus. Jika pilihannya adalah Emas, maka seketika itu juga tas berisi koin emas itu akan dilempar kepada mereka.
Tentu saja tidak seorangpun yang dapat memiliki seluruh isi tas tersebut. Dapat dipastikan terjadi huru-hara besar. Terjadi perebutan gila-gilaan. Saya pernah membaca beberapa orang meninggal karena berebutan pembagian sembako. apalagi yang direbutkan adalah emas.
Tas pasti hancur. Orang yang memegang emas itu pertama kali, kemungkinan besar akan mati tertindih.
Kalau saja mereka memilih tas berisi kebijaksanaan, mereka semua dapat memiliki semuanya. Kebijaksanaan tidak akan habis dibagikan. Itulah sebabnya orang bijaksana akan memilih kebijaksanaan. Kebijaksanaan-lah yang akan menghasilkan emas. Seberapapun yang anda inginkan