Archive for the ‘ Idea ’ Category

Hi !

Photo

Potensi kita besar sekali ! Tidak pernah ada suatu instrumen apa-pun yang dapat mengukur batas potensi kita. Kita terlahir dengan potensi yang lengkap untuk seluruh keberhasilan kita. Mari berbagi di web ini. Anda juga bebas melihat-lihat apa yang saya pikirkan dan sedang ada ide apa yang hinggap di pikiran saya.

Yang positif ya.. karena itu lah kita dapat berkembang.

Salam,
Hartono Sangkanparan

NB : Terima kasih untuk Retweet atau hit “Like” untuk facebook anda.

Posted via email from Hartono’s posterous

Technorati Tags:

Apakah Anda Memilih Emas ?

“Sebuah tas berat berisi Emas atau buku-buku dengan kata-kata kebijaksanaan; Jika Anda bisa memilih, yang mana yang akan dipilih?”

Itu pertanyaan yang menggelitik. Apa jawaban anda? Saya juga ingin tahu. Tolong comment dong.

gold Apakah Anda Memilih Emas ?

 

Jujur saja saya berpikir cepat untuk memilih Emas! Emas bisa diinvestasikan ulang. Emas bisa diubah menjadi bentuk kekayaan lain. Dengan perkataan lain Emas adalah uang. Kemungkinan besar saya akan menjadi kaya seumur hidup.

Ternyata pertanyaan itu ditanyakan kepada 1000 orang sekaligus. Jika pilihannya adalah Emas, maka seketika itu juga tas berisi koin emas itu akan dilempar kepada mereka.

Tentu saja tidak seorangpun yang dapat memiliki seluruh isi tas tersebut. Dapat dipastikan terjadi huru-hara besar. Terjadi perebutan gila-gilaan. Saya pernah membaca beberapa orang meninggal karena berebutan pembagian sembako. apalagi yang direbutkan adalah emas.
Tas pasti hancur. Orang yang memegang emas itu pertama kali, kemungkinan besar akan mati tertindih.

Kalau saja mereka memilih tas berisi kebijaksanaan, mereka semua dapat memiliki semuanya. Kebijaksanaan tidak akan habis dibagikan. Itulah sebabnya orang bijaksana akan memilih kebijaksanaan. Kebijaksanaan-lah yang akan menghasilkan emas. Seberapapun yang anda inginkan

Bersosialisasi di dunia maya

Hai, haloApakah anda termasuk orang yang populer? Saya bukan orang yang populer waktu di sekolah. Apakah semua orang ingin populer? Sebenarnya iya. Di lubuk hati paling dalam dari seorang yang kuper, tertanam suatu keinginan untuk menjadi populer. Tetapi adakalanya kita sulit membuat diri populer.

Kebutuhan bersosialisasi sekarang ini terbukti sebagai sebuah kecerdasan yang mempunyai nilai tinggi, baik dalam bidang psikologi, maupun dalam bidang finansial. Facebook, Twitter, blog, dan perangkat internet lainnya merupakan suatu perangkat sosial yang paling canggih saat ini.

Masih ingat dulu jaman “nge-break”? Itu jaman radio amatir menjadi trend yang sangat luar biasa. Ada teman saya yang biasa begadang sampai pagi untuk berbicara di radio komunikasinya dengan orang yang tidak dia kenal. Sekarang alat itu digantikan dengan YM, Facebook dan teman-teman.

Apa sih yang bicarakan? Anda tentu tahu! Apa aja. Semua bisa dibicarakan. Dari yang serius sampai konyol. Kekonyolan menempati peringkat tinggi dari pembicaraan sosial di internet, terutama di Indonesia.

Apa pembicaraan yang paling menyebalkan dalam bersosialisasi? JUALAN ! Saya sebal dengan orang yang request menjadi teman di facebook lalu sibuk posting jualan pulsa -lah, menawarkan MLM, atau bahkan posting terus-terusan cara kaya cepat di internet. Hal seperti ini sebenarnya adalah spam yang dilakukan dengan meminta ijin. Saya langsung cabut ijinnya.

Yang jadi masalah adalah jika ada teman (yang benar-benar) yang melakukan hal itu. Yah dimaafkan saja deh.

Saya punya seorang teman canggih, namanya Roni (nama samaran), dia adalah seorang ahli strategi marketing di Internet. Tetapi dia bukan ahli internet marketing kacangan yang banyak beredar di internet menawarkan anda bisnis canggih, modal kecil, tidak usah kerja, gampang, cepat, dapat uang besar (anda tentu tidak percaya kan?). Kawan saya ini adalah seorang ahli strategi jangka panjang. Dia menerangkan kepada saya bahwa di Internet itu kita perlu “Branding”. Walaupun itu untuk kebutuhan sosial.

Intinya orang jadi mudah mengingat kita dan mudah menghubungi kita. Intinya dia menyarankan untuk membuat sebuah domain atas nama kita. Misalkan jika nama kita “Tania Cakep Sekali”, sebaiknya kita punya domain www.taniacakepsekali.info. Dengan itu juga kita bisa email : email@taniacakepsekali.info. Kita juga bisa punya email tak terbatas seperti surat@… atau mail@…. Intinya jika ada seseorang mengirimkan email ke ….@taniacakepsekali.info pasti nyampe ke kita!

Bukan itu aja untuk kebutuhan sosial media, kita bisa punya facebook.taniacakepsekali.info atau twitter.taniacakepsekali.info. Wah saya pikir ini menarik sekali. Kita juga bisa punya blog www.taniacakepsekali.info. Jika pusing dengan hosting dsb, Domain tersebut bisa di link dengan facebook kita.  Pintar juga orang yang membuat service itu. Dia tahu kebutuhan kita, orang-orang yang senang bersosialisasi.

Selamat bersosialisasi

Posted via email from Hartono’s posterous

Plan

Pada saat usia saya 18 thn, saya pernah pergi ke suatu pusat perbelanjaan dengan ribuan model baju. Saya ingin mencari satu baju yang bagus. Setelah 3 jam mencari, saya pulang dengan tangan hampa. Itu karena terlalu memilih-milih. Yang ini terlalu aneh, yang itu warnanya terlalu JRENG!, yang itu tidak ada kesan. Cerewet memang

Pada saat usia saya 23 tahun, saya bekerja sambil kuliah tahap akhir. Keputusan hanya diambil 15 menit ketika ketemu dengan pemilik perusahan garmen itu. Apakah saya memilih pekerjaan ? Kelihatannya tidak. Saya pada saat itu tidak memilih pekerjaan. Saya mengambil apa saja yang tersedia.

Mengapa seorang pekerja kelihatannya tidak bersemangat pada waktu kerja ? Karena itu bekerja, sementara itu pikiran dan kesenangannya tidak disitu. Bagaimana dia mendapatkan pekerjaan itu ? Kelihatannya prosesnya seperti saya. Ambil saja yang ada didepan mata.

Area antara pekerjaan dan kehidupan pribadi itu disebut “Grey Zone”. Ini adalah orang-orang yang berpikir tentang rumah ketika kerja dan berpikir tentang pekerjaan ketika di rumah. Ada orang yang menjadi pahlawan dalam dunia pekerjaan, tetapi bukan pahlawan dalam keluarga. Hal ini semakin banyak terjadi. Tetapi ada juga orang yang menjadi pahlawan dalam keluarga tetapi bukan orang yang dipuji dalam pekerjaannya. Yang paling benar kan prestasi di dua-duanya ? Apakah Mungkin ? Jika kita bilang mungkin maka itu mungkin. Jika kita bilang tidak mungkin, ya terjadilah begitu.

Rencana di pekerjaan dan karir kita harus singkron dengan rencana pribadi dan keluarga. Masalahnya adalah kita tidak punya rencana karir dan tidak punya rencana pribadi / keluarga. Jadi apanya yang harus disingkron kan ? Mulailah dengan rencana pribadi dan rencana pekerjaan / karir. Hari ini saya merencanakan apa yang akan terjadi 10 tahun di depan. Di tahun 2021. Umur saya sudah bertambah 10 tahun. Anak saya pada waktu itu akan berumur 20 tahun ! Wow waktu cepat sekali. Coba tuliskan rencana anda di tahun 2021. Berimajinasi sajalah. Jangan dibatasi dengan keadaan sekarang dulu. Pikirkan yang enak-enak.

Posted via email from Hartono’s posterous