Archive for the ‘ Berita ’ Category

Hi !

Photo

Potensi kita besar sekali ! Tidak pernah ada suatu instrumen apa-pun yang dapat mengukur batas potensi kita. Kita terlahir dengan potensi yang lengkap untuk seluruh keberhasilan kita. Mari berbagi di web ini. Anda juga bebas melihat-lihat apa yang saya pikirkan dan sedang ada ide apa yang hinggap di pikiran saya.

Yang positif ya.. karena itu lah kita dapat berkembang.

Salam,
Hartono Sangkanparan

NB : Terima kasih untuk Retweet atau hit “Like” untuk facebook anda.

Posted via email from Hartono’s posterous

Technorati Tags:

Mendamaikan Diri Kita Sendiri

Ego Mendamaikan Diri Kita Sendiri

Hubungan kita dengan Ego kita adalah suatu hal yang penting. Dalam Ego kita terletak gambar diri dan identitas yang terbentuk selama tahun-tahun kehidupan kita. Ego ini adalah suatu aspek yang seringkali kita tidak sadari, karena berada pada kedalaman jiwa kita.

Ego adalah bagian yang sebenarnya tidak terpisahkan dalam hidup kita. Keterpisahan dengan Ego akan menyebabkan kita mencari keamanan dengan cara berusaha untuk mengontrol orang lain, mengharapkan persetujuan orang lain, dan mengumpulkan hal-hal yang materialistis.

Berdamailah dengan diri sendiri.

Rumus matematik Cinta

Valentine 14 Feb 2012

Wah Valentine day. Anak saya bilang ini hari “Jatuh Cinta”. Ada-ada aja. Tapi ada benernya juga ternyata.

Hati merupakan hiasan wajib bagi hari ini. Saya mendapat Gift berupa hati.  Semua berusaha mengekspresikan dengan hati.

Apakah ada rumus matematik bagi Cinta ini di hari Valentine. Coba anda search di google :

sqrt(cos(x))cos(300x)+sqrt(abs(x))-0.7)(4-x*x)^0.01, sqrt(6-x^2), -sqrt(6-x^2) from -4.5 to 4.5

Apakah yang anda dapat.  Share disini dong…

Jangan salahkan Rumus ini jika guru matematika anda mencintai anda. Tapi paling tidak anda akan dapat nilai 10 untuk matematika model ini.

 

Pilihan pengeluaran uang

Seorang ahli keuangan bertanya tentang prioritas 3 hal ini :

  1. Biaya hidup sehari-hari
  2. Cicilan hutang
  3. Menabung

Dia bertanya bagaimana prioritas yang seharusnya? Saya dan beberapa teman saya segera berdiskusi. “Yang paling penting adalah mencicil hutang, karena itu adalah uang orang lain, selanjutnya ada atur saja sendiri”. Tentu saja kami setuju dengan pendapatnya. Seorang teman yang lain lebih senang untuk memprioritaskan biasa hidup sehari-hari, setelah itu pasti masih ada dana untuk mencicil hutang, nah sisanya harus ditabung. Kami semua juga setuju, karena nasihat inilah yang banyak kita dengar. Kita perlu menabung dari kelebihan uang yang ada. Jadi prioritas teman ini adalah1-2-3. Ada yang memilih 2-1-3 atau 2-3-1.

Apakah pilihan yang bijaksana?
1260843 protect your money Pilihan pengeluaran uang

Ternyata yang paling banyak disetujui oleh para konsultan keuangan pribadi adalah rumus : 3-2-1 ! Intinya adalah kontrol kehidupan kita. Menabung adalah suatu tindakan kontrol terhadap masa depan kita. Menabung 10%, mencicil dengan tekun, dan menekan biaya hidup sehari-hari.

Anda mau pilih yang mana? Bebas kok !

Bekerja untuk belajar

workplace Bekerja untuk belajarBelajar merupakan suatu proses yang dilakukan terus menerus dalam hidup ini. Tetapi bagaimana caranya belajar terus? Belajar itu perlu menyenangkan supaya bisa terus menerus. Sejak dulu saya tertarik dengan Global Capital Market. Pada tahun 1990 saya pernah berhubungan dengan Forex (Foreign Exchange). Pada saat itu saya merasa senang berdiskusi tentang perekonomian dunia.

Sayang sekali pengetahuan global tentang investasi belum saya kuasai. Setelah melakukan sebuah transaksi yang rugi. Saya mengundurkan diri dari dunia Global Capital Market. Tentu saja dunia berduka karena hal ini (hehehe… sebenarnya tidak ada yang tahu bahwa saya masuk pasar dan tidak ada yang tahu kapan saya mengundurkan diri).

2 Tahun yang lalu saya mulai tertarik dengan suatu perangkat investasi yang disebut Saham dan Option. Option dan Saham ini pertama kali saya baca di buku Robert Kiyosaki. Saya tertarik ikut training mengenai hal ini. Seorang teman SMA saya memiliki sebuah perusahaan training Option. Sayang sekali saya tidak memiliki uang untuk mengikuti training tersebut.

Ternyata 2 tahun yang lalu mentor saya Alexander Andri bercerita bahwa beliau juga adalah seorang trainer di bidang ini. Saya baru tahu. Ternyata mulai awal tahun 2012 ini beliau mulai serius untuk membuat seminar dan training dari instrumen canggih ini. Dengan senang hati saya membantu beliau.

Saya bertugas untuk merekam seminar-seminarnya. Saya menulis posting ini selagi dalam seminar dan sedang bertugas merekam. Foto di atas adalah meja kerja saya yang cukup berantakan. Kami akan membuat produk training ini sehingga dapat diakses oleh banyak orang. Semoga banyak orang yang dapat berkiprah dalam dunia Global Capital Market ini.

uang Manajemen Resiko : Taruhan, Tapi Menang Terus

Seorang direktur Bank yang ternama bingung ketika mendapat laporan dari seorang anak buahnya tentang transaksi yang lakukan oleh salah seorang nasabah. Selama 20 tahun, setiap minggu nasabah tersebut hanya melakukan transaksi setoran, dan tidak pernah ada transaksi penarikan dana. Akhirnya nasabah tersebut dipanggil.

“Sebenarnya apa sih usaha bapak?”, tanya direktur bank penasaran. “Saya adalah seorang pejudi yang senang bertaruh..”, jawab nasabah berumur 60 tahunan itu. “Saya mendapatkan penghasilan karena bertaruh, karena saya tidak pernah kalah, dan selalu menang”, jelas sang nasabah. Tentu saja direktur bank tidak percaya. Mana ada orang bertaruh yang selalu menang.

“Bagaimana cara bapak bertaruh?”, direktur bank bertanya semakin ingin tahu. Barangkali saja ia dapat belajar untuk mendapatkan pendapatan tambahan yang lumayan besar seperti nasabahnya itu. “Baiklah, bagaimana jika kita bertaruh saja?”, tantang nasabah itu. “Ok, boleh. Bagaimana taruhannya?”, kata direktur bank dengan cepat.

“Saya berani bertaruh sebesar 50 juta, bahwa besok tepat jam 12 siang, kemaluan bapak akan hilang!”, kata nasabah tersebut dengan tenang.

“50 Juta?, besok jam 12? Kemaluan saya hilang!?”, seru direktur bank dengan bingung dan panik. 50 Juta adalah jumlah yang cukup besar sebagai petaruh pemula seperti dirinya. Tetapi yang paling mengganggunya adalah topik taruhannya. Pejudi tua itu berani bertaruh bahwa kemaluannya akan hilang besok tepat jam 12 siang. Sebenarnya ia yakin bahwa kemaluannya tidak akan hilang besok. Selama 40 tahun hidup, belum pernah sekalipun ia kehilangan barang kesayangannya itu. Tetapi reputasi pejudi ini yang membuatnya khawatir. Ia penjudi profesional dengan rekord tidak pernah kalah selama 20 tahun.

“Baiklah… kita bertaruh Rp. 50 juta, besok datang jam 12 siang, kita lihat siapa yang menang!”, akhirnya direktur bank memutuskan. Ia tidak tahan dengan rasa penasarannya. “OK, besok saya akan datang jam 12 kurang sedikit”.

Sepanjang malam direktur bank itu tidak dapat tidur. Ia bermimpi buruk bahwa ia kehilangan kemaluan. Beberapa kali ia terbangun dari mimpinya dan dengan panik membuka celananya. Ia baru tenang setelah mengetahui bahwa kemaluannya tetap ada seperti biasanya. Esok harinya ia membatalkan semua appointment pagi hari, dan ia tidak mau diganggu oleh siapapun. Menjelang jam 12 ia memegang kemaluannya untuk meyakinkan dirinya bahwa ia pasti menang taruhan.

Jam 12 kurang nasabahnya masuk diantar oleh sekertarisnya. Nasabah tersebut membawa seorang kawan. Setelah menyuruh sekertarisnya keluar, ia segera menyalami nasabahnya dengan gembira. Segera ia membuka celananya dan memperlihatkan kemaluannya. “Kali ini kamu kalah ! Ayo serahkan uangnya”, seru direktur bank kepada nasabahnya.

Sang pejudi kawakan ini menoleh kepada temannya dengan tertawa, “Nah kamu lihat sendiri kan? Ayo bayar 150 Juta sekarang juga!”, dengan tersenyum kecut sang temannya itu mengeluarkan uang 150 juta yang ada di tasnya. Nasabah itu segera mengambil Rp 50 Juta dan memberikannya kepada direktur bank yang semakin bingung, kemudian pamit untuk menyetor uangnya di teller bawah.

Sambil membereskan celananya, direktur bank itu meminta penjelasan kepada teman dari penjudi itu yang juga masih bingung. “Saya bingung kenapa bapak dengan gembira memperlihatkan kemaluan bapak kepada kami. Teman saya itu bertaruh bahwa ia dapat menyuruh bapak untuk membuka celana dan memperlihatkan kemaluan bapak kepada kami. Tentu saja saya tidak percaya. Ia meminta taruhan Rp 150 juta. Saya pikir tidak mungkin orang seperti bapak akan melakukan hal seperti ini.”

Hari itu sang direktur bank belajar hal baru tentang “Manajemen Resiko”.

 

 

week end mau apa?

Selamat pagi semua. weekend ini pada mau ngapain ?

Posted via email from Hartono’s posterous

Besok mau ke Yogya

Hari ini adalah hari yang indah. Besok juga indah, karena mau ke Yogya. Di Yogya akan mendiskusikan kemungkinan untuk membantu guru-guru di Yogya dan sekitarnya, agar dapat terus mengikuti perkembangan, dan memanfaatkan sinergi 3 otak untuk proses belajar mengajar.

Sekalian juga makan Gudeg :)

Apakah ada yang benar-benar ingin traktir saya gudeg?

Posted via email from Hartono’s posterous

Banyak yang kita tidak tahu

Terlalu banyak yang kita tidak ketahui, tetapi terlalu banyak yang kita ucapkan mengenainya. Seringkali pola pikir kita terbentuk dari informasi pertama yang kita terima. Sewaktu kecil banyak larangan. Larangan tersebut dimaksudkan untuk melindungi kita dari akibat buruk yang ditimbulkannya. Tetapi sebagian besar larangan itu belum pernah di ‘reset’. Dalam pikiran bawah sadar kita tersimpan informasi bahwa larangan itu masih berlaku.

Kita membuat kesimpulan dari hal yang tidak kita benar-benar tahu. Kemungkinan besar kita mempunyai kesan yang salah. Dalam beberapa hari ini saya belajar banyak suatu kenyataan hidup yang tadinya saya tidak ketahui, bahkan saya musuhi.

Hari ini saya menyadari untuk tidak  menghakimi.

Posted via email from Hartono’s posterous

Pria itu..

Pria itu diciptakan sebagai pemburu. Pria mempunyai daya juang yang tinggi. Tetapi kemampuan ini hanya bersifat jangka pendek. Itulah sebabnya banyak pria yang bosan dengan pekerjaan yang rutin. Jiwa mereka ingin bebas dan fight.

Wanita diciptakan sebagai manager yang baik. Wanita merupakan balancing factor bagi pria. Wanita cenderung lebih tekun dan mampu mengerjakan pekerjaan rutin dengan performansi yang tinggi.

Jika ada perselisihan antara pria dan wanita, pria cenderung untuk menyerang. Hal ini tentu saja melukai hati wanita. Tapi jika berantemnya jangka panjang, siapa yang menang?

Jangan berantem ya.

Posted via email from Hartono’s posterous