Archive for January, 2012

uang Manajemen Resiko : Taruhan, Tapi Menang Terus

Seorang direktur Bank yang ternama bingung ketika mendapat laporan dari seorang anak buahnya tentang transaksi yang lakukan oleh salah seorang nasabah. Selama 20 tahun, setiap minggu nasabah tersebut hanya melakukan transaksi setoran, dan tidak pernah ada transaksi penarikan dana. Akhirnya nasabah tersebut dipanggil.

“Sebenarnya apa sih usaha bapak?”, tanya direktur bank penasaran. “Saya adalah seorang pejudi yang senang bertaruh..”, jawab nasabah berumur 60 tahunan itu. “Saya mendapatkan penghasilan karena bertaruh, karena saya tidak pernah kalah, dan selalu menang”, jelas sang nasabah. Tentu saja direktur bank tidak percaya. Mana ada orang bertaruh yang selalu menang.

“Bagaimana cara bapak bertaruh?”, direktur bank bertanya semakin ingin tahu. Barangkali saja ia dapat belajar untuk mendapatkan pendapatan tambahan yang lumayan besar seperti nasabahnya itu. “Baiklah, bagaimana jika kita bertaruh saja?”, tantang nasabah itu. “Ok, boleh. Bagaimana taruhannya?”, kata direktur bank dengan cepat.

“Saya berani bertaruh sebesar 50 juta, bahwa besok tepat jam 12 siang, kemaluan bapak akan hilang!”, kata nasabah tersebut dengan tenang.

“50 Juta?, besok jam 12? Kemaluan saya hilang!?”, seru direktur bank dengan bingung dan panik. 50 Juta adalah jumlah yang cukup besar sebagai petaruh pemula seperti dirinya. Tetapi yang paling mengganggunya adalah topik taruhannya. Pejudi tua itu berani bertaruh bahwa kemaluannya akan hilang besok tepat jam 12 siang. Sebenarnya ia yakin bahwa kemaluannya tidak akan hilang besok. Selama 40 tahun hidup, belum pernah sekalipun ia kehilangan barang kesayangannya itu. Tetapi reputasi pejudi ini yang membuatnya khawatir. Ia penjudi profesional dengan rekord tidak pernah kalah selama 20 tahun.

“Baiklah… kita bertaruh Rp. 50 juta, besok datang jam 12 siang, kita lihat siapa yang menang!”, akhirnya direktur bank memutuskan. Ia tidak tahan dengan rasa penasarannya. “OK, besok saya akan datang jam 12 kurang sedikit”.

Sepanjang malam direktur bank itu tidak dapat tidur. Ia bermimpi buruk bahwa ia kehilangan kemaluan. Beberapa kali ia terbangun dari mimpinya dan dengan panik membuka celananya. Ia baru tenang setelah mengetahui bahwa kemaluannya tetap ada seperti biasanya. Esok harinya ia membatalkan semua appointment pagi hari, dan ia tidak mau diganggu oleh siapapun. Menjelang jam 12 ia memegang kemaluannya untuk meyakinkan dirinya bahwa ia pasti menang taruhan.

Jam 12 kurang nasabahnya masuk diantar oleh sekertarisnya. Nasabah tersebut membawa seorang kawan. Setelah menyuruh sekertarisnya keluar, ia segera menyalami nasabahnya dengan gembira. Segera ia membuka celananya dan memperlihatkan kemaluannya. “Kali ini kamu kalah ! Ayo serahkan uangnya”, seru direktur bank kepada nasabahnya.

Sang pejudi kawakan ini menoleh kepada temannya dengan tertawa, “Nah kamu lihat sendiri kan? Ayo bayar 150 Juta sekarang juga!”, dengan tersenyum kecut sang temannya itu mengeluarkan uang 150 juta yang ada di tasnya. Nasabah itu segera mengambil Rp 50 Juta dan memberikannya kepada direktur bank yang semakin bingung, kemudian pamit untuk menyetor uangnya di teller bawah.

Sambil membereskan celananya, direktur bank itu meminta penjelasan kepada teman dari penjudi itu yang juga masih bingung. “Saya bingung kenapa bapak dengan gembira memperlihatkan kemaluan bapak kepada kami. Teman saya itu bertaruh bahwa ia dapat menyuruh bapak untuk membuka celana dan memperlihatkan kemaluan bapak kepada kami. Tentu saja saya tidak percaya. Ia meminta taruhan Rp 150 juta. Saya pikir tidak mungkin orang seperti bapak akan melakukan hal seperti ini.”

Hari itu sang direktur bank belajar hal baru tentang “Manajemen Resiko”.

 

 

Lima Hukum Emas

gold%252520%252526%252520stone Lima Hukum Emas
Gold & Stone Tablet

Sekitar 1500 tahun sebelum masehi hiduplah seorang yang sangat kaya. Anshar merupakan orang terkaya di Persia. Dagan anaknya ingin sekali mempelajari bagaimana ayahnya mendapatkan kekayaan itu. Pada suatu hari Anshar memberikan satu kantung besar berisi emas dan satu tas berisi log batu kebijaksanaan.

10 Tahun kemudian Dagan pulang ke rumah ayahnya dan mengisahkan ceritanya kepada seluruh anggota keluarga dan pegawai yang bekerja di bawah Anshar, sang saudagar kaya.

Dalam 2 Tahun pertama aku hanya berkonsentrasi pada tas berisi emas. Aku merasakan segala kenikmatan dunia. Tetapi aku bukanlah orang yang ingin menghamburkan emas. Aku juga berdagang dan berusaha membuat emas ayahku semakin banyak”. Semua hadirin bertepuk tangan mendengar penuturan Dagan.

Aku mengabaikan tas kedua. Aku pikir aku adalah orang yang bijaksana dan pandai mengelola uang. Aku banyak membeli barang-barang yang aku ingini, dan banyak membeli rumah. Tetapi aku melihat bahwa jumlah emasku semakin hari semakin sedikit. Aku tidak menyadari mengapa hal ini dapat terjadi. Aku berusaha semakin keras. Tetapi pada akhir musim gugur aku kehabisan seluruh emas ku. Teman-temanku ternyata orang yang tidak bertanggung jawab, dan aku membeli rumah yang rawan terhadap serangan musuh. Banyak rumah yang dibeli ternyata ada di daerah berbahaya. Hampir semua rumah itu dibakar habis oleh musuh. Rumah yang tersisa diambil oleh para pemilik emas yang aku pinjam emasnya. Aku serakah dan kurang pengetahuan. Aku sadar setelah emasku habis, dan dalam keadaan kelaparan di musim dingin.”

“Aku mulai membuka tas kedua. Aku mulai belajar”, sekarang semua pendengar diam, mereka ingin mendengar rahasia besar yang di simpan oleh Anshar. Anshar hanya memberikan rahasia itu kepada Dagan, anak tunggalnya. “Pada tas kedua itu terdapat 5 hukum emas. Aku mempelajari dan menerapkan dengan sungguh-sungguh ke lima hukum itu.”, lanjut Dagan

“Pada batu yang diberikan oleh Anshar, ayahku tertulis 5 hukum emas :

  1. Banyak emas akan berdatangan dalam jumlah yang besar kepada orang yang menaruh tidak kurang dari sepersepuluh pendapatannya untuk menciptakan jaminan untuk masa depannya dan masa depan keluarganya.
  2. Emas akan bekerja dengan keras dan tekun untuk pemilik bijaksana yang dapat menemukan tempat yang ideal untuk nya bekerja. Emas tersebut akan berkembang biak seperti ternak di padang.
  3. Emas menempel pada pemilik yang teliti melindunginya dengan mendapatkan nasihat dari orang-orang yang bijaksana dalam pengelolaan emas.
  4. Emas lari dari orang yang berinvestasi pada bisnis atau investasi yang tidak dikuasainya yang tidak dikenal oleh para ahli yang berpengalaman
  5. Emas menjauh dari orang yang memaksakan pendapatan besar yang tidak mungkin. Mereka ini mengikuti nasihat dari orang-orang yang hanya ingin mengambil keuntungan dengan cepat dan mereka adalah para penipu dan pembohong yang tidak mempunyai pengalaman. Mereka mengikuti keinginan romantis untuk mendapatkan uang dengan cara cepat dan mudah.

Kelima hukum emas ini ditulis oleh Anshar ayahku. Saya menghargai kebijaksanaan ini lebih dari emas yang aku dapatkan 10 tahun yang lalu. Sekarang inilah aku, datang dengan segala kekayaan yang aku dapatkan dalam 8 tahun berikutnya. Aku datang dengan membawa kekayaan senilai lipat 10 dari jumlah emas yang ayahku berikan 10 tahun yang lalu.”

Itu berarti yang emas yang dibawa adalah sekitar 1024 kali lebih banyak dari emas semula!”, ujar Izdubar seorang ahli perhitungan. “Betul!”, ujar Dagan. “Anggaplah setiap tahun kepergian aku melipatkan emas sebesar 2 x dari tahun sebelumnya. Aku ingin mengajarkan ke 5 hukum emas ini kepada setiap orang yang ingin mendengarnya”.

Apakah Anda Memilih Emas ?

“Sebuah tas berat berisi Emas atau buku-buku dengan kata-kata kebijaksanaan; Jika Anda bisa memilih, yang mana yang akan dipilih?”

Itu pertanyaan yang menggelitik. Apa jawaban anda? Saya juga ingin tahu. Tolong comment dong.

gold Apakah Anda Memilih Emas ?

 

Jujur saja saya berpikir cepat untuk memilih Emas! Emas bisa diinvestasikan ulang. Emas bisa diubah menjadi bentuk kekayaan lain. Dengan perkataan lain Emas adalah uang. Kemungkinan besar saya akan menjadi kaya seumur hidup.

Ternyata pertanyaan itu ditanyakan kepada 1000 orang sekaligus. Jika pilihannya adalah Emas, maka seketika itu juga tas berisi koin emas itu akan dilempar kepada mereka.

Tentu saja tidak seorangpun yang dapat memiliki seluruh isi tas tersebut. Dapat dipastikan terjadi huru-hara besar. Terjadi perebutan gila-gilaan. Saya pernah membaca beberapa orang meninggal karena berebutan pembagian sembako. apalagi yang direbutkan adalah emas.
Tas pasti hancur. Orang yang memegang emas itu pertama kali, kemungkinan besar akan mati tertindih.

Kalau saja mereka memilih tas berisi kebijaksanaan, mereka semua dapat memiliki semuanya. Kebijaksanaan tidak akan habis dibagikan. Itulah sebabnya orang bijaksana akan memilih kebijaksanaan. Kebijaksanaan-lah yang akan menghasilkan emas. Seberapapun yang anda inginkan